PAI KELAS 8 SENIN 15 NOV 2021
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Nama sekolah : SMP AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG
Hari / Tanggal :SENIN, 15 november 2021
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti
Kelas : 8 (Delapan )
KD :jiwa lebih tenang dengan banyak melakukan sujud
3.12. sujud sahwi
APERSEPSI :
Assalaamu’alaikum anak-anak didik ku yang soleh dan solehah.
Mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa dan mengucap sykur kepada Allah SWT agar senantiasa nikmat yang telah diberikan-Nya bisa menjadi berkah....
Rasa syukur kita kepada Allah dapat pula kita apresiasikan dalam bentuk taat beribadah sesuai petunjuk Na dan tetap bersemangat dalam menuntut ilmu....
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Melalui pendekatan tertulis pada blog kalian DAPAT MENERAPKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
SEPERTI BIASA SEBELUM belajar SILAHKAN KALIAN BACA ASMAUL HUSNA TERLEBIH DAHULU
sujud SAHWI
Diartikan dari segi bahasa, sahwi
memiliki makna yaitu “lupa”. Kemudian apabila diterjemahkan dari sisi syara
maka sahwi memiliki arti yaitu melakukan dua kali sujud sebelum salam.
Bila disederhanakan sujud sahwi adalah sujud yang dilaksanakan ketika seseorang lupa mengerjakan sesuatu baik rukun ataupun sunnah ketika ia sholat. Sujud ini dilaksanakan dua kali sebelum salam.
Dalil
akan perintah sujud ini terdapat pada hadist Nabi SAW,
إِذَا
شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ
أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ
سَجْدَتَيْنِ
قَبْلَ
أَنْ يُسَلِّمَ فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلاَتَهُ وَإِنْ كَانَ
صَلَّى إِتْمَامًا لأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ
Yang
artinya adalah,
“Apabila
kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui pasti berapa rakaat dia
shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan itu, dan ambilah yang
yakin.”
“Kemudian
lakukanlah sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat,
maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya.
“Lalu
jika ternyata shalatnya memang empat rakaat, maka sujudnya itu adalah sebagai
penghinaan bagi setan.” (HR.
Bukhari dan Muslim).
Alasan
dilakukan Sujud Sahwi
Ada
beberapa alasan mengapa sujud sahwi perlu untuk dilakukan. Alasan tersebut
terurai sebagai berikut,
1.
Berlebih dalam Rakaat Sholat
Sebagaimana
yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa seringkali manusia ragu dengan jumlah
sholat yang sudah dikerjakan. Begitupun ketika ia sadar bahwa ia sudah
kelebihan rakaat sholat.
Terdapat
hadist Nabi SAW yang menjelaskan hal ini, yaitu
Ibnu
Mas’ud meriwayatkan: Rasulullah saw. pernah
melakukan salat zhuhur bersama para sahabat sebanyak lima rakaat.
Para
sahabat bertanya: “Apakah engkau telah menambah rakaat dalam salat ini? Baginda
menjawab: ”Apa maksud kalian?”
Para
sahabat menjawab: ”Engkau telah salat lima rakaat” Lalu Rasulullah
memperbaiki duduk beliau (duduk iftirasy pada tahiyyat akhir) sambil
menghadap kiblat, kemudian melakuan sujud sebanyak dua kali, kemudian
beliau pun mengucap salam” (HR. Bukhari dan Muslim).
2.
Salam Sebelum Sempurna Rakaat Sholat
Terdapat
pada hadist Nabi SAW,
Dari Abu
Hurairah ra: “Rasulullah saw. pernah melakukan salat
zhuhur atau ashar, kemudian beliau salam setelah selesai rakaat kedua, lalu
beliau bergegas keluar melalui salah satu pintu masjid.
Karena
heran, para Sahabat bertanya: “Nabi telah memendekkan salat?” sejenak
kemudian Nabi saw. datang lalu bersandar di salah satu tiang seolah-olah
tengah dilanda marah. Lalu salah seorang dari mereka (Dzul-Yadain) menghampiri
beliau dan bertanya:
“Wahai
Rasulullah, Apakah engkau telah lupa atau salat ini sengaja engkau qashar.
Jawab baginda: “Tidak, saya tidak lupa, dan saya tidak memendekkannya.” Lelaki
itu berkata lagi: ”Benar wahai Rasulullah, sebenarnya engkau telah lupa.”
Rasulullah
bertanya kepada yang lainnya: “Benarkah yang diucapkannya?” Mereka
menjawab :”Benar ya Rasulallah” Rasulullah pun bangun dan menyempurnakan yang
tertinggal dari salatnya. Setelah memberi salam, belaiu pun sujud sebanyak dua
kali, kemudian melakukan salam sekali lagi” (HR
Bukhari dan Muslim)
3. Lupa
Membaca Tasyahud Pertama/Awal
Kondisi
ini seringkali terjadi kecuali pada sholat shubuh. Kamu juga pasti pernah
mengalaminya. Biasanya kelupaan membaca tasyahud pertama juga diiringi kelupaan
jumlah rakaat sholat yang telah dikerjakan.
Terdapat
hadist Nabi SAW yang menjelaskan tentang ini, yaitu:
Abdullah
Ibnu Buhainah menceritakan: “Sesungguhnya Rasulullah
melakukan salat zuhur bersama para sahabat dan beliau tidak duduk membaca
tasyahhud selepas dua rakaat pertama. Para sahabat mengikuti
di belakangnya sampai akhir salat.
Masing-masing
menunggu beliau melakukan salam (mengakhiri salat). Namun baginda melakukan
takbir dalam keadaan demikian (iftirasy) lalu melakukan sujud sebanyak dua kali
sebelum memberi salam. Setelah itu beliau melakukan salam.” (HR
Bukhari dan Muslim)
Tata
Cara Sujud Sahwi
Terkait
dengan tata cara sujud sahwi, ada perbedaan pendapat antar ulama. Ada yang
mengatakan bahwa sujud sahwi dilakukan sebelum salam adapula yang mengatakan
bahwa sujud sahwi dilakukan setelah salam.
Namun,
pada intinya jika shalatnya perlu diperbaiki karena ada kekurangan, maka
hendaklah sujud sahwi dilakukan sebelum salam.
Sedangkan
jika shalatnya sudah pas atau berlebih, maka hendaklah sujud sahwi
dilakukan setelah salam. Tujuannya adalah untuk menghinakan setan.
Penjelasan
rincinya adalah sebagai berikut:
Pertama, jika
yang terjadi adalah kelebihan dalam jumlah raka’at sholat maka sujud sahwi
dikehendaki untuk dilakukan setelah sholat.
Kedua, Jika
hal yang terjadi adalah tidak dikerjakannya tasyahud awal maka kekurangan tadi
digantikan dengan sujud sahwi sebelum salam.
Ketiga, apabila
sudah terlanjur mengucapkan salam maka sujud sahwi dapat dilakukan setelah
salam.
Adapun
bacaan sujud sahwi adalah sebagai berikut,
سُبْحَانَ
مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُو
“Subhana
man laa yanaamu wa laa yas-huw”
Artinya, “Maha Suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.”
Komentar
Posting Komentar