PAI KELAS 9 SELASA 26 OKTOBER 2021

  PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

 

Nama sekolah   : SMP AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG

Hari / Tanggal     :Selasa 26 okober  2021

Mata Pelajaran   : Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti

Kelas                   : 9

KD                       : 

3.12.                     

Materi                  :zakat mal

APERSEPSI :

Assalaamu’alaikum anak-anak didik ku yang soleh dan solehah.

Mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa dan mengucap sykur kepada Allah SWT agar senantiasa nikmat yang telah diberikan-Nya bisa menjadi berkah....

Rasa syukur kita kepada Allah dapat pula kita apresiasikan dalam bentuk taat beribadah sesuai petunjuk Na dan tetap bersemangat dalam menuntut ilmu....

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Melalui pendekatan tertulis pada blog  DAPAT menerapkan dalam kehidupan sehari hari

  

materi

Zakat Mal.

Zakat Mal adalah zakat atas harta yang dimiliki oleh seseorang. Zakat mal dikeluarkan untuk membersihkan harta yang dimiliki dengan cara memberikannya kepada orang – orang yang berhak menerimanya dengan kadar dan syarat – syarat yang telah ditentukan oleh agama. Hokum mengeluarkan zakat Mal adalah wajib bagi orang yang sudah memenuhi syarat – syaratnya.

Adapun syarat – syarat Muzaki (orang yang berzakat), adalah :

`1.      Beragama Islam

2.      Merdeka (tidak hamba sahaya).

3.      Harta milik sempurna, tidak merupakan pinjaman pihak lain.

4.      Harta mencapai satu nisab.

Nisab adalah batas minimal jumlah harta sehingga wajib dikeluarkan zakatnya.

5.      Sudah satu tahun dimiliki. 

Untuk jenis harta tertentu, hal ini tidak disyaratkan.

 

a.       Harta Yang Wajib Dizakatkan.

Dalam kajian fiqih klasik, jenis harta yang wajib dikeluarkan zakatnya ada 5 macam, yaitu emas / perak, harta perniagaan, peternakan, pertanian, harta temuan (Rikaz)

 

1.      Emas dan Perak.

Emas dan perak merupakan barang – barang berharga. Emas dan perak yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah emas dan perak yang merupakan harta simpanan. Emas dan perak yang disimpan ini wajib dikeluarkan zakatnya apabila sudah dimiliki selama satu tahun. Nisabnya adalah :

a.       Nisab Emas : 93,6 gram (pendapat lain 85 gram).

b.      Nisab Perak : 624 gram.

c.       Kadar zakat keduanya : 2,5 %

Demikian halnya dengan harta simpanan yang tidak berwujud emas, misalnya berbentuk uang yang ditabung juga harus dikeluarkan zakatnya. Besar nisab dan zakatnya disamakan dengan nisab dan zakat emas.

 

2.      Harta Perniagaan.  

Harta perniagaan adalah harta yang diperdagangkan. Untuk harta jenis ini, disyaratkan sudah setahun dan sudah mencapai satu nisab. Nisab dihitung dari harta milik sempurna dan tidak termasuk pinjaman kepada pihak lain.

a.       Nisab : senilai dengan emas 93,6 gram (pendapat lain 85 gram).

b.      Kadar zakat : 2,5 %

 

3.      Peternakan.

Binatang ternak / piaraan yang harus dikeluarkan zakatnya adalah kambing / domba, sapi / kerbau dan unta. Adapun perhitungan zakatnya sebagai berikut :

Jenis Binatang Ternak

Nisab (Ekor)

Kadar Zakat

Kambing / Domba

a.       40 – 120

b.      121 – 200

c.       201 - 300

a.       1 ekor umur 2 tahun.

b.      2 ekor umur 2 tahun

c.       3 ekor umur 2 tahun.

Setiap bertambah 100 ekor, kadar zakatnya ditambah 1 ekor.

Sapi / Kerbau

a.       30 – 39

b.      40 – 59

c.       60 – 69

d.      70 – 79

e.       80 – 89

a.       1 ekor umur 1 tahun

b.      1 ekor umur 2 tahun

c.       2 ekor umur 1 tahun

d.      2 ekor umur 2 tahun

e.       3 ekor umur 1 tahun

Setiap bertambah 30 ekor, kadar zakatnya ditambah 1 ekor.

Unta

Karena unta tidak dibudidayakan di Indonesia, maka tidak disebutkan nisab dan zakatnya.

 

Untuk peternakan selain yang disebutkan dalam table tersebut, seperti unggas dan budidaya perikanan, perhitungan zakatnya disamakan dengan harta perniagaan. Nisabnya senilai dengan harga emas dan kadar zakatnya sama dengan emas.

 

4.      Pertanian.

Yang dimaksud dengan hasil pertanian dalam pembahasan fiqih klasik adalah khusus yang memproduksi makanan pokok seperti beras, jagung, gandum, sagu dan lain – lain. Zakat untuk jenis harta ini diberikan setiap panen. Jadi, tidak harus menunggu satu tahun. Ketentuannya adalah

a.       Nisab : 750 kg (5 wasaq).

b.      Kadar Zakat : 105 (apabila tidak ada tambahan biaya untuk pengairan), 5% (apabila ada biaya untuk pengairan).

 

Adapun hasil pertanian / perkebunan yang bukan makanan pokok seperti tembakau, the, karet, buah – buahan dan lain – lain perhitungannya disamakan dengan harta perniagaan. Nisabnya senilai dengan harga emas dan kadar zakatnya sama dengan emas.

 

5.      Harta Temuan (Rikaz).

Harta rikaz adalah harta terpendam yang ditemukan. Harta itu sudah tidak bertuan lagi. Kalau seseorang menemukannya, harta itu menjadi haknya. Namun, harus dikeluarkan zakatnya, yaitu 20%. Jika harta rikaz ditemukan di Indonesia, kita harus mengikuti ketentuan hokum positif di Indonesia.

 

b.      Zakat Profesi.

Zakat profesi dibahas tersendiri karena wacana mengenai zakat jenis ini masih tergolong baru. Para ulama salaf (terdahulu) tidak merumuskan adanya zakat profesi karena pada mereka berijtihad tentang zakat, belum ada profesi yang beragam seperti yang ada pada zaman modern ini. Jenis profesi seperti olahragawan, dokter, guru, dosen, wartawan, pengacara, artis, presenter, bintang iklan dan lain – lain dapat mendatangkan pendapatan yang bisa sepadan dengan para pedagang, peternak dan petani. Bahkan sangat mungkin pendapatan mereka lebih besar. Untuk itu, para ulama Khalaf (Sekarang) berijtihad bahwa pendapatan dari para professional itu juga harus dikeluarkan zakatnya dengan ketentuan nisabnya sama dengan emas dan kadar zakatnya 2,5%. Teknis pemberiannya bisa setiap tahun, setiap bulan atau setiap saat mendapatkannya.

 

 

 

Orang Yang berhak Menerima Zakat (Mustahiq).

Sesuai dengan firman Allah dalam Q.S. at – Taubah / 9 ayat 60, zakat disalurkan untuk 8 (delapan) golongan.

Artinya : “Sesungguhnya zakat itu hanyalah untuk orang – orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (Mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah SWT dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana”. (Q.S. at – Taubah/9:60).

           

Dari penjelasan tersebut, zakat itu secara rinci diperuntukkan kepada :

 

a.       Fakir.

Fakir adalah orang yang memiliki harta sangat sedikit, tidak mempunyai pekerjaan dan tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari.

 

b.      Miskin.

Miskin adalah keadaan orang yang mempunyai sedikit harta dan penghasilan, serta tidak dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari.

 

c.       Amil.

Amil adalah orang yang mempunyai tugas untuk mengurus zakat mulai dari pengumpulan sampai kepada pembagiannya.

 

d.      Muallaf.

Muallaf adalah orang yang hatinya masih lemah, seperti baru saja masuk Islam. Zakat muallaf ini untuk memantapkan hatinya.

 

e.       Riqab.

Pada zaman awal perkembangan Islam, zakat digunakan juga untuk menghapus system perbudakan dengan cara memerdekakan budak dari majikannya. Setelah dimerdekakan, budak itu mempunyai kebebasan hidup sebagaimana layaknya.

 

f.       Gharim.

Gharim adalah orang yang mempunyai banyak hutang. Hutang itu bukan untuk maksiat, tetapi untuk kebaikan. Contohnya orang hutang untuk berdagang kemudian bangkrut.

 

g.      Sabilillah.

Sabilillah adalah segala usaha yang bertujuan untuk menegakkan agama Allah, seperti pengembangan pendidikan, kesehatan, dakwah, panti asuhan, dan lain – lain.

 

h.      Ibnu Sabil.

Ibnu Sabil adalah orang yang kehabisan bekal dalam perjalanan dan perjalanan yang dilakukan itu bukan untuk maksiat, seperti menuntut ilmu, berdakwah, silaturahmi dan lain – lain.

 

Hikmah Zakat

Hikmah dari zakat antara lain :

1.      Ungkapan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

2.      Mengurangi kesenjangan social antara yang kaya dengan yang miskin.

3.      Menyucikan diri dari dosa dan memurnikan jiwa (Tazkiyatun Nafs)

4.      Menumbuhkan sifat dermawan dan mengikis sifat kikir.

5.      Alat pembersih harta dan penjagaan dari ketamakan orang jahat.

6.      Menolong, membantu dan membina kaum dhu’afa (orang yang lemah secara ekonomi) maupun mustahik lainnya kea rah kehidupan yang lebih sejahtera.

7.      Mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera, rukun dan damai.

 

Z

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahasa arab ( jumlah fi'liyyah) 30 september 2021

BAHASA ARAB KELAS 9A DAN 9B RABU 08 SEPTEMBER 2021

bahasa arab (latihan jumlah fi'liyah) kelas 8 kamis 18 nov 2021