PAI KELAS 8 SENIN 26 SEPTEMBER 2021
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Nama sekolah : SMP AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG
Hari / Tanggal :SENIN, 27 AGUSTUS 2021
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti
Kelas : 8 (Delapan )
KD :
3.12. lebih dekat dengan alloh dengan mengamalkan sholat sunnah
APERSEPSI :
Assalaamu’alaikum anak-anak didik ku yang soleh dan solehah.
Mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa dan mengucap sykur kepada Allah SWT agar senantiasa nikmat yang telah diberikan-Nya bisa menjadi berkah....
Rasa syukur kita kepada Allah dapat pula kita apresiasikan dalam bentuk taat beribadah sesuai petunjuk Na dan tetap bersemangat dalam menuntut ilmu....
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Melalui pendekatan tertulis pada blog kalian DAPAT MENERAPKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
SEPERTI BIASA SEBELUM belajar SILAHKAN KALIAN BACA ASMAUL HUSNA TERLEBIH DAHULU
materi hari ini meneruskan materi minggu lalu
Materi PAI Kelas 8 Bab 4
Lebih Dekat Kepada Allah dengan Mengamalkan Salat Sunnah
2. Salat-salat Sunnah Munfarid
Salat sunnah munfarid adalah salat yang dilaksanakan secara
individu atau sendiri.
Rawātib berasal dari kata rātibah, yang artinya tetap,
menyertai, atau terus menerus. Ditinjau dari segi hukumnya, śalat rawatib ini terbagi menjadi dua macam,
yaitu salat rawātib mu’akkadah dan śalat rawātib gairu mu’akkad.
1. Salat rawātib mu’akadah (śalat rawātib) yang sangat dianjurkan. Adapun yang merupakan śalat rawātib mu’akkadah yaitu:
·
Dua rakaat sebelum śalat Zuhur
·
Dua rakaat sesudah śalat Zuhur
·
Dua rakaat sesudah śalat Magrib
·
Dua rakaat sesudah śalat Isya’
·
Dua rakaat sebelum śalat Subuh.
2. Salat rawātib gairu mu’akkadah (śalat rawātib yang cukup dianjurkan untuk dikerjakan. Adapun
yang merupakan śalat sunnah rawātib gairu mu’akkadah yaitu:
·
Dua rakaat sebelum
Zuhur (selain dua rakaat yang mu’akkadah)
·
Dua rakaat sesudah
Zuhur (selain dua rakaat yang mu’akkadah)
·
Empat rakaat sebelum
Asar
·
Dua rakaat sebelum
Magrib.
Jika ditinjau dari segi pelaksanaannya, śalat rawātib ini terbagi menjadi dua yaitu:
1. qabliyyah (dikerjakan sebelum śalat far«u), dan
2. ba’diyyah (dikerjakan setelah śalat far«u).
3.
Adapun tata cara
melaksanakan śalat sunnah rawātib sebagai berikut:
1. Niat menurut waktunya.
2. Dikerjakan tidak
didahului dengan azan dan iqamah.
3. Salat sunnah rawatib ini dilaksanakan secara munfarid (sendirian).
4. Bila lebih dari
dua rakaat gunakan
satu salam setiap dua rakaat.
5. Membaca dengan suara
yang tidak dinyaringkan seperti pada saat melaksanakan śalat Zuhur dan śalat Asar.
6. Salat dikerjakan
dengan posisi berdiri. Jika tidak mampu boleh dengan duduk, atau jika masih
tidak mampu boleh berbaring.
7. Sebaiknya berpindah
sedikit dari tempat śalat far«u tetapi tetap menghadap kiblat.
Contoh tata cara
melaksanakan śalat rawātib qabliyyah Zuhur :
1. Berniat śalat rawātib qabliyyah Zuhur
Niat śalat harus
dilakukan dengan ikhlas di dalam hati. Jika diucapkan maka bunyi niatnya adalah
:
اُصَلِّى سُنَّةً الظُّهْرِرَكْعَتَيْنِ قَبْلِيَّةً مُسْتَقْبِلَ
الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Artinya : “Saya berniat śalat
qabliyyah Zuhur dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
2. Takbirātul ihram
3. Salat dua rakaat seperti tata cara salat pada umumnya.
4. Salam.
2). Salat Tahyyatul Masjid
Salat tahiyyatul
masjid, adalah śalat sunnah yang dilaksanakan untuk menghormati masjid. Salat
ini disunnahkan bagi setiap muslim ketika memasuki masjid. Salat sunnah ini,
merupakan rangkaian adab memasuki masjid.
Pada saat kita hendak
masuk ke masjid, disunnahkan untuk mendahulukan kaki kanan seraya berdoa yang
artinya:
“Ya Allah ampunilah dosa-dosaku,
dan bukakanlah pintu rahmat-Mu untukku”.
Jika kita sudah masuk ke dalam masjid, hendaklah sebelum duduk
kita mengerjakan śalat sunnah dua rakaat. Adapun tata caranya
sebagai berikut :
1. Berniat śalat tahiyyatul masjid. Niat śalat harus dilakukan dengan ikhlas di dalam hati.
Bunyi niatnya kalau diucapkan sebagai berikut :
أصَلِّي تَحِيَّةَ الْمَسْجِدِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةَ لِلّهَ
تَعَاَلَ
Artinya : “Saya berniat śalat
sunnah tahiyyatul masjid dua rakaat karena Allah ta’ala. Allahu Akbar.”
2. Setelah berniat
dilanjutkan dengan takbiratul ihrām, membaca doa iftitāh, surah al-fātihah, dan seterusnya sampai salam.
3). Salat istikharah
Salat istikhārah adalah, śalat dengan maksud untuk
memohon petunjuk Allah SWT. dalam menentukan pilihan terbaik di antara dua
pilihan atau lebih. Salat istikharah sebenarnya hampir sama dengan śalat hajat.
Bedanya, kalau śalat istikharah tertuju pada suatu keinginan atau
cita-cita yang sudah nampak adanya, tetapi masih ragu-ragu dalam menentukan
pilihannya. Sedangkan śalat hajat,
tertuju pada sebuah keinginan yang belum kelihatan akhir dan tujuannya.
Salat istikhārah hukumnya adalah sunnah mu’akkadah bagi orang yang sedang membutuhkan untuk
menentukan pilihan. Adapun tata cara melaksanakan śalat istikhārah sebagai berikut :
1. Bangun pada waktu
pertengahan malam dan berwudhu.
2. Melaksanakan śalat istikhārah dengan diawali niat. Niat śalat harus dilakukan dengan ikhlas di dalam hati.
Adapun bunyi niatnya jika diucapkan sebagai berikut:
أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى
Artinya : “ Saya berniat śalat
sunnah istikhārah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
3. Pada rakaat
pertama setelah membaca surah al-fātihah kemudian membaca surah al-Kāfirun. Bacaan surah al-Kāfirun boleh lebih dari satu kali, yakni tiga,
tujuh, atau sepuluh kali.
4. Pada rakaat kedua setelah membaca surah al-fātihah kemudian membaca surah al-Ikhlās. Bacaan surah al-Ikhlās boleh lebih dari satu kali, yakni tiga, tujuh,
atau sepuluh kali.
5. Setelah śalat dua rakaat, dilanjutkan dengan membaca doa istikhārah yang diajarkan Nabi Muhammad saw. sebagai
berikut :
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ
Artinya: “Ya Allah sesungguhnya aku memohon kebaikan dalam urusanku dengan ilmu-Mu, dan aku memohon kepastian dengan kudrat-Mu. Aku memohon keutamaan-Mu yang agung, Bahwasannya Engkau Maha Kuasa, sedangkan aku tidak berdaya. Engkau mengetahui segala yang gaib. Ya Allah, engkau mengetahui segala hajatku berupa……., jika itu baik bagiku dalam agama dan kehidupanku serta dampaknya di dunia dan akhirat, maka jadikanlah ia untukku, berkatilah dalam meraihnya, serta mudahkan ia untukku. Engkaupun mengetahui jika urusan ini buruk bagiku, baik dalam urusan agamaku, kehidupanku dan dampaknya di dunia dan akhirat, maka jauhkanlah dia dariku dan jauhkanlah aku darinya, kemudian tetapkanlah kebaikan untukku di mana saja aku berada. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala perkara, kemudian Engkau meridainya.”
tugas
kerjakan soal di bawah ini:
1. sebutkan sholat sunnah yang dilaksanakan secara munfarid/ individu?
2. jelaskan pengertian dari sholat rawatib
3. sholah sunnah rawatib dari segi hukumnya terbagi menjadi 2 sebutkan?
4. sebutkan rokaat sholat sunnah rawatib mu'akadah?
5. sebutkan rokaat sholat sunnah rawatib gairu mu'akadah?
6. dari segi pelaksanaannya sholat rawatib terbagi menjadi 2, sebutkan dan jelaskan?
7. jelaskan pengertian dari sholat sunnah tahiyyatul masjid ?
8. Tuliskan doa sebelum masuk masjid?
9. jelaskan pengertian sholat istikharoh?
10. waktu yang baik untuk sholat istikharoh adalaah pada waktu....
Komentar
Posting Komentar