PAI KELAS 8 SENIN 30 AGUSTUS 2021
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Nama sekolah : SMP AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG
Hari / Tanggal :SENIN, 30 AGUSTUS 2021
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti
Kelas : 8 (Delapan )
KD :
3.12. MENGUTAMAKAN KEJUJURAN DAN MENEGAKKAN KEADILAN
APERSEPSI :
Assalaamu’alaikum anak-anak didik ku yang soleh dan solehah.
Mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa dan mengucap sykur kepada Allah SWT agar senantiasa nikmat yang telah diberikan-Nya bisa menjadi berkah....
Rasa syukur kita kepada Allah dapat pula kita apresiasikan dalam bentuk taat beribadah sesuai petunjuk Na dan tetap bersemangat dalam menuntut ilmu....
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Melalui pendekatan tertulis pada blog kalian DAPAT MENERAPKAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
SEPERTI BIASA SEBELUM MENGERJAKAN SILAHKAN KALIAN BACA ASMAUL HUSNA TERLEBIH DAHULU
Materi PAI Kelas 8 Bab 3 Mengutamakan Kejujuran dan Menegakkan
Keadilan
1. Jujur
Kejujuran dalam keluarga
merupakan pondasi awal bagi kelangsungan kehidupan di masyarakat. Masing-masing
anggota keluarga berperilaku jujur satu sama lain, dalam arti berkata apa
adanya dan sesuai kenyataan.
Semua anggota masyarakat
akan hidup rukun dan damai jika masing-masing menjunjung tinggi kejujuran.
Kejujuran harus diutamakan dalam setiap pergaulan, baik dirumah, sekolah maupun
masyarakat.
Setiap tugas dan
kewajiban yang dilaksanakan dengan sebaik-baiknya pasti akan mendapat balasan
dari Allah Swt berupa pahala. Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah
Saw bersabda yang artinya:
“Seorang bendahara muslim yang melaksanakan tugasnya dengan jujur,
dan membayar sedekah kepada orang yang diperintahkan oleh majikannya secara
sempurna, dengan segera dan dengan pelayanan yang baik, maka ia mendapat pahala
yang sama seperti orang yang bersedekah.”
Sumber : Kitab Hadis Shahih Muslim
2. Adil
Adil berarti memberikan
hak kepada orang yang berhak menerimanya, meletakkan segala urusan pada
tempatnya. Orang yang adil adalah orang yang memihak kepada kebenaran, bukan
berpihak karena pertemanan, persamaan suku, maupun bangsa. Ajaran Islam
menjunjung tinggi azas keadilan.
Dalam sebuah hadits
riwayat Nasa’i, Rasulullah Saw bersabda yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang berlaku adil akan ditempatkan di
sisi Allah Ta’ala di atas mimbar-mimbar yang terbuat dari cahaya, di sisi
sebelah kanan ‘Arrahman. aitu, orang-orang yang adil dalam menghukumi mereka,
adil dalam keluarga mereka dan dalam mengerjakan tugas mereka.”
Sumber : Kitab Hadis Sunan Nasa’i
Allah Swt menegaskan
bahwa kebencian terhadap suatu golongan, atau individu, janganlah menjadi
pendorong untuk bertindak tidak adil. Ini menjadi bukti bahwa Islam menjunjung
tinggi keadilan.
3. Memahami Dalil Naqli tentang Perilaku Jujur dan Adil
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا
قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ
قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْا ۗاِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ
وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ – ٨
Artinya: “ Wahai orang-orang yang
beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakan kebenaran karena
Allah Swt, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekal-sekali kebencianmu
terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah,
karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah Swt,
sungguh, Allah maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan” (QS Al-Maidah/5 ayat 8)
Ayat di atas menegaskan
bahwa menegakkan keadilan harus karena Allah Swt semata, bukan karena
kepentingan pribadi atau duniawi. Kepentingan pribadi atau duniawi harus
dikesampingkan dalam menegakkan keadilan.
Bagaimana jika kebenaran
itu dari orang kafir? Kita harus tetap berlaku adil dan menerima kebenaran
meskipun muncul dari orang kafir. Bahkan jika kita menolak kebenaran dari yang
kafir dikategorikan sebagai kezaliman. Jadi, keadilan itu berlaku untuk semua,
baik kawan maupun lawan.
Rasulullah Saw dalam
sebuah hadits bersabda yang artinya:
“Hendaklah kalian bersikap jujur, karena kejujuran itu akan
membawa pada kebaikan, sedangkan kebaikan akan membawa kepada surga”(HR
Tirmidzi)
Hadits di atas
menegaskan bahwa kejujuran akan membimbing kepada kebaikan. Dan kebaikan akan
membawa pelakunya ke surga. Seseorang yang jujur akan hidup dengan tenang. Ia
menjalani kehidupan dengan penuh optimis dan semangat.
Keadilan sangat
dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Bahkan doa seorang pemimpin yang adil akan
diterima oleh Allah Swt sebagaimana hadis berikut ini yang artinya :
“Telah menceritakan kepada kami Abu Al Mudillah pelayan Ummul
Mukminin, bahwa ia mendengar Abu Hurairah berkata: .” Rasulullah shallallahu
‘alaihi wasallam bersabda: Tiga orang yang doa mereka tidak terhalang, yaitu
imam (pemimpin) yang adil, orang yang berpuasa hingga ia berbuka, dan doa orang
yang dizholimi. Doa mereka dibawa ke atas awan dan dibukakan pintu langit
untuknya” (HR Ahmad)
4. Memahami Cara Menerapkan Perilaku Jujur dan Adil
Bagaimana cara
menerapkan perilaku jujur dan adil dalam kehidupan sehari-hari? Caranya adalah
dengan melatih diri secara terus menerus. Kedua perilaku terpuji tersebut,
perlu dilatih dan dibiasakan setiap saat di manapun kalian berada. Jika
seseorang sudah terbiasa jujur dan adil, maka kedua perilaku mulia ini akan
melekat dalam dirinya.
1). Menerapkan Perilaku
Jujur
Perilaku jujur dapat
kita terapkan di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Untuk memahami cara
menerapkan perilaku jujur perhatikan contoh perilaku jujur berikut ini:
a).
Di rumah, kita melaksanakan
tugas yang diberikan orang tua dengan sebaiknya-baiknya. Misalnya, ibu minta
tolong dibelikan minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya. Sebagai anak jujur,
semua uang sisa kembalian diberikan kepada ibu. Hal ini berarti memegang dan
menjalankan amanah dengan baik. Memberitakan sesuatu hal baik ke orang tua
ataupun ke dalam lingkungan masyarakat.
b).
Di sekolah, mengerjakan tugas
yang diberikan bapak-ibu guru dengan penuh tanggung jawab. Tidak menyontek saat
ulangan, melaksanakan piket sesuai jadwal, mentaati tata tertib sekolah,
bertutur kata yang benar kepada bapak-ibu guru, karyawan, dan teman. Jika
bersalah harus mengakui kesalahannya
c).
Di masyarakat, kita dapat
berperilaku jujur dalam rangka membangun masyarakat yang tenang, harmonis dan
saling menghormati Seseorang yang jujur tidak akan mengarang cerita atau gosip
sehingga akan menimbulkan gaduh dan suasana lingkungan menjadi tidak kondusif,
antara ucapan dan perbuatan. Seseorang yang jujur harus sama. Dengan
berperilaku jujur, maka orang lain akan merasa aman dan tenteram.
2). Menerapkan Perilaku
Adil
Perilaku adil juga dapat
kita terapkan di rumah, sekolah, maupun masyarakat. Untuk memahami cara
menerapkan perilaku adil perhatikan contoh perilaku adil berikut ini:
a).
Di rumah, misalnya setiap
awal bulan ayah memberikan uang saku kepada ketiga anaknya, termasuk kalian
sebagai anak pertama. Ayah menitipkan uang saku untuk kedua adikmu.
Masing-masing mendapat Rp.100.000 dan Rp.50.000, sedangkan kamu mendapat
Rp.200.000. Ayah memberikan uang saku secara adil berdasarkan tingkat kebutuhan
anak-anaknya. Sebagai kakek, kalian harus adil kepada adik-adik kalian, yaitu
memberikan hak uang saku kepada mereka sesuai perintah ayah.
b).
Di sekolah, menghormati dan
menghargai tugas ketua dan semua pengurus kelas. Kalian harus memperlakukan
mereka dengan adil sesuai posisinya masing-masing di kepengurusan kelas. Bukan
justru sebaliknya, meremehkan dan merendahkan mereka sebagai “pesuruh” kelas.
c).
Di masyarakat, berlaku adil kepada
tetangga dan warga dalam satu RT, RW ataupun kelurahan. Memperlakukan tetangga
dengan baik, tidak merusak nama baiknya dengan menyebarkan cerita-cerita
negatif. Tidak mengganggu tetangga dengan suara musik yang terlalu keras dari
dalam rumah kita. Mengapa demikian? Sebab tetangga juga punya hak untuk
dihormati dan diperlakukan dengan baik. Dengan memberikan hak kepada tetangga
berarti kita telah berperilaku adil kepada tetangga.
Refleksi Akhlak Mulia
Kalian sekarang menjadi
mengerti tentang kejujuran dan menegakkan keadilan. Jujur dan adil merupakan
akhlak mulia yang sangat dianjurkan oleh Allah Swt. Keduanya akan membawa
pelakunya meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
TUGAS:
1.
BACA DAN PAHAMI MATERI
DIATAS
2.
KEMUDIAN SALIN MATERI KE
BUKU CATATAN
3.
KUMPUL SALINAN DAN FOTO
KALIAN SEDANG MENGERJAKAN.
Komentar
Posting Komentar