PAI KELAS 7 SENIN 30 AGUSTUS 2021

 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI

 

Nama sekolah   : SMP AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG

Hari / Tanggal     :SENIN, 30 AGUSTUS 2021

Mata Pelajaran   : Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti

Kelas                   : 7 (TUJUH )

KD                       :SEMUA BERSIH, HIDUP JADI NYAMAN

3.12.                     

APERSEPSI :

Assalaamu’alaikum anak-anak didik ku yang soleh dan solehah.

Mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa dan mengucap sykur kepada Allah SWT agar senantiasa nikmat yang telah diberikan-Nya bisa menjadi berkah....

Rasa syukur kita kepada Allah dapat pula kita apresiasikan dalam bentuk taat beribadah sesuai petunjuk Na dan tetap bersemangat dalam menuntut ilmu....

TUJUAN PEMBELAJARAN :

Melalui pendekatan tertulis pada blog  dapat menerapkan materi dalam kehidupan sehari-hari

BAIKLAH SEBELUM BELAJAR DI WAJIBKAN TERLEBIH DAHULU MEMBACA ASMAUL HUSNA. PUTAR VIDIO DI ABAWAH INI DAN DI IKUTI




materi

1.   Renungkanlah

“Kebersihan itu sebagian dari iman.” (H.R. Muslim). Hadis tersebut menegaskan betapa pentingnya kebersihan bagi orang yang beriman. Kebersihan merupakan salah satu kebutuhan pokok yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Tidak akan terwujud kenyamanan tanpa adanya kebersihan.

Kebersihan di sini meliputi: diri sendiri, pakaian, lingkungan, dan yang lainnya. Islam menaruh perhatian sangat tinggi pada masalah kebersihan atau kesucian, baik kebersihan dari najis maupun kebersihan dari hadas.

2. Ingin Tahu tentang Taharah

Taharah artinya bersuci dari najis dan hadasNajis adalah kotoran yang menjadi sebab terhalangnya seseorang untuk beribadah kepada Allah Swt. sedangkan hadas adalah keadaan tidak suci pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat , tawaf, dan lain sebagainya.

Semua harus dibersihkan, termasuk badan, pakaian, tempat dan lingkungan yang menjadi tempat segala aktivitas kita. Lebih-lebih tempat yang kita gunakan untuk melaksanakan ibadah Salat.

Taharah meliputi 2 hal yaitu: taharah dari najis dan taharah dari hadasTaharah dari najis maksudnya adalah membersihkan sesuatu dari najis. Ada tiga macam najis, yaitu najis mukhaffafahnajis Mutawassitah, dan najis mugaladah.

Najis mukhaffafah adalah najis yang ringan, seperti air seni bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali air susu ibu. Cara menyucikannya sangat mudah, cukup dengan memercikkan atau mengusapkan air yang suci pada permukaan yang terkena najis.

Najis Mutawassitah adalah najis pertengahan. Contoh najis jenis ini adalah darah, nanah, air seni, tinja, bangkai binatang, dan sebagainya. Najis jenis ini ada dua macam, yaitu najis hukmiyyah dan najis ‘aniyyah. Najis hukmiyyah diyakini adanya tetapi tidak nyata wujudnya (zatnya), bau dan rasanya.

Cara menyucikannya adalah cukup dengan mengalirkan air pada benda yang terkena najis. Sedangkan najis adalah najis yang tampak wujudnya (zat-nya) dan bisa diketahui melalui bau maupun rasanya. Cara menyucikannya adalah dengan menghilangkan zat, rasa, warna, dan baunya dengan menggunakan air yang suci.

Najis mugaladah adalah najis yang berat. Najis ini bersumber dari anjing dan babi. ara menyucikkannya melalui beberapa tahap, yaitu dengan membasuh sebanyak tujuh kali. Satu kali diantaranya menggunakan air yang dicampur dengan tanah.

Penyebab hadas kecil

Kita terkena hadas kecil apabila mengalami/melakukan salah satu dari 4 hal, yaitu:

1.         keluar sesuatu dari qubul (kemaluan) dan dubur,

2.         hilang akal (contoh tidur),

3.         bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim, dan

4.         menyentuh qubul (kemaluan) dan dubur dengan telapak tangan.

Cara menyucikan hadas kecil dengan ber-wu«u. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum.

Penyebab hadas besar

Kita terkena hadas besar apabila mengalami/melakukan salah satu dari enam perkara, yaitu:

1.            berhubungan suami istri (setubuh),

2.            keluar mani,

3.            haid (menstruasi),

4.            melahirkan,

5.            nifas,

6.            meninggal dunia.

Cara menyucikannya adalah dengan mandi wajib, yaitu membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Apabila tidak ada air atau karena sesuatu hal, maka bisa dengan tayammum.

Perempuan mengalami peristiwa khusus yang tidak dialami oleh seorang laki-laki. Seorang perempuan mengalami peristiwa haidnifas, dan terkadang istihadah. Darah yang keluar dari rahim perempuan ada beberapa macam. Ada yang dinamakan haidnifas, dan istihadah.

Pertama darah haid, yaitu darah yang keluar pada perempuan saat kondisi sehat. Adapun ciri-ciri secara umum adalah kental, hangat, baunya kurang sedap, hitam, merah tua, kemudian berangsur-angsur menjadi semakin bening.

Sebagian perempuan ada yang sudah mengalami haid saat mulai berumur 9 tahun. Namun, rata-rata mereka mengalaminya pada usia belasan tahun. 

Masa haid minimal adalah sehari semalam, biasanya 6 atau 7 hari, dan paling lama adalah 15 hari. Kalau setelah 15 hari darah masih terus keluar, maka darah itu merupakan darah istihadah (penyakit).

Perlu diingat bahwa perempuan yang sedang haid tidak boleh melaksanakan Salat, puasa, membaca dan menyentuh/memegang al-Qur’anThawaf, berdiam diri di masjid, berhubungan suami istri, dan cerai dari suami.

Kedua darah nifas, yaitu darah yang keluar sesudah melahirkan, setelah kosongnya rahim dari kehamilan, meskipun hanya segumpal darah. Sedikit atau banyaknya darah nifas juga bervariasi. Ada yang hanya satu tetes, keluar sehari, atau dua hari.

Rata-rata perempuan mengeluarkan darah nifas selama 40-an hari dan paling lama 60 hari. Adapun cara mandi wajib untuk perempuan yang nifas sama sebagaimana mandinya haid.

Ketiga darah istihadah, yaitu darah yang keluar tidak pada hari-hari haid dan nifas karena suatu penyakit.

Darah istihadah ada empat macam yaitu:

1.            keluar kurang dari masa haid;

2.            keluar lebih dari masa haid;

3.            keluar sebelum usia haid atau setelah masa menopause;

4.            keluar lebih lama dari maksimal masa nifas. 

Seorang perempuan yang mengeluarkan darah istihadah tetap harus melaksanakan kewajiban salat dan puasa. Apabila hendak £alat maka bersihkan darah itu, pakailah pembalut, kemudian ambillah air wudu.

 

TUGAS:

1.       BACA DAN PAHAMI MATERI DIATAS

2.       KEMUDIAN SALIN MATERI KE BUKU CATATAN

3.       KUMPUL SALINAN DAN FOTO KALIAN SEDANG MENGERJAKAN.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahasa arab ( jumlah fi'liyyah) 30 september 2021

BAHASA ARAB KELAS 9A DAN 9B RABU 08 SEPTEMBER 2021

bahasa arab (latihan jumlah fi'liyah) kelas 8 kamis 18 nov 2021