PAI KELAS 7 SENIN 09 AGUSTUS 2021
MENYAKINI KITAB-KITAB ALLAH, MENCINTAI AL-QUR’AN
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
Nama sekolah : SMP AL AZHAR 1 BANDAR LAMPUNG
Hari / Tanggal :SENIN, 09 AGUSTUS 2021
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam dan budi pekerti
Kelas : 7 (TUJUH )
KD :
3.12. HIDUP TENANG DENGAN KE JUJURAN, AMANAH, DAN ISTIQOMAH
APERSEPSI :
Assalaamu’alaikum anak-anak didik ku yang soleh dan solehah.
Mari kita mulai pelajaran kali ini dengan berdoa dan mengucap sykur kepada Allah SWT agar senantiasa nikmat yang telah diberikan-Nya bisa menjadi berkah....
Rasa syukur kita kepada Allah dapat pula kita apresiasikan dalam bentuk taat beribadah sesuai petunjuk Na dan tetap bersemangat dalam menuntut ilmu....
TUJUAN PEMBELAJARAN :
Melalui pendekatan tertulis pada blog kalian dapat berprilaku jujur, amanah, dan istiqomah.
MATERI
Renungkanlah
Sering kita melihat di tengah-tengah masyarakat, seseorang yang
ketika diberi kepercayaan oleh orang lain, lalu mengkhianati amanah tersebut. Dan kita sering pula
menyaksikan perilaku orang yang tidak konsisten (istiqamah) dalam melakukan kegiatan. Ada ungkapan:
“siapa giat pasti dapat”. Ungkapan ini mengisyaratkan agar kita selalu
istiq±mah dalam mengerjakan sesuatu.
2. Mari Berperilaku Jujur
Jujur adalah kesesuaian sikap antara perkataan dan
perbuatan yang sebenarnya. Kejujuran sangat erat kaitannya dengan hati nurani.
Kata hati nurani adalah sesuatu yang murni dan suci. Apabila kita katakan
sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan, itulah yang dinamakan bohong.
Jujur itu penting.
Berani jujur itu hebat. Sebagai makhluk sosial, kita memerlukan kehidupan yang
harmonis, baik, dan seimbang. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi yang artinya
:
“Dari
Abdullah ibn Mas’ud r.a., Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya jujur itu
membawa kepada kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga…” (H.R. Bukhari)
Pada
masa jahiliyah sangat sulit mencari orang yang jujur. Dengan kejujuran
Rasulullah saw. menjadi orang yang paling terpercaya. Beliau mendapat gelar
al-Am³n (dapat dipercaya) dari bangsa Quraisy.
Kejujuran
merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan dalam Islam. Seharusnya sifat jujur
juga menjadi identitas seorang muslim. Allah Swt. berfirman:
وَلَا تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ
وَاَنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ – ٤٢
“Dan
janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu
sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya ” (Q.S. al-Baqarah/2: 42)
Hikmah
atau manfaat dari perilaku jujur adalah:
1.
mendapatkan kepercayaan dari orang lain,
2.
mendapatkan banyak teman, dan
3.
mendapatkan ketentraman hidup karena
tidak memiliki kesalahan terhadap orang lain.
3. Mari
Berperilaku Amanah
a. Apakah Amanah Itu?
Amanah artinya terpercaya
(dapat dipercaya). Amanah juga berarti
pesan yang dititipkan dapat disampaikan kepada orang yang berhak. Amanah yang wajib
ditunaikan oleh setiap orang adalah hak-hak Allah Swt., seperti £alat, zakat,
puasa, berbuat baik kepada sesama, dan yang lainnya.
Amanah berkaitan erat
dengan tanggung jawab. Orang yang menjaga Amanah biasanya disebut
orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya, orang yang tidak menjaga Amanah disebut orang
yang tidak bertanggung jawab. Rasulullah saw.
Bersabda yang artinya:
“Dari
Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda:“Setiap kalian adalah pemimpin dan
akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara
adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang
dipimpinnya…” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Amanah itu dapat
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1.
Amanah terhadap Allah
Swt. Amanah ini berupa
ketaatan akan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Allah wt.
berfirman:
الَّذِيْنَ يَنْقُضُوْنَ عَهْدَ اللّٰهِ مِنْۢ بَعْدِ
مِيْثَاقِهٖۖ وَيَقْطَعُوْنَ مَآ اَمَرَ اللّٰهُ بِهٖٓ اَنْ يُّوْصَلَ
وَيُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ – ٢٧
”Wahai
orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul
(Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang
dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Q.S. al-Anfal/8: 27)
Contoh Amanah kepada Allah
Swt. yaitu menjalankan semua yang diperintahkan dan meninggalkan semua yang
dilarangnya. Orang yang mengabdi kepada-Nya berarti telah memenuhi Amanah-Nya. Orang yang tidak
mengabdi kepada-Nya berarti telah mengingkari Amanah-Nya.
2.
Amanah terhadap sesama
manusia. Amanah ini meli puti
hak-hak antar sesama manusia. Misalnya, ketika dititipi pesan atau barang,
Allah Swt. berfirman:
3.
اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ اَنْ تُؤَدُّوا الْاَمٰنٰتِ اِلٰٓى
اَهْلِهَاۙ وَاِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ اَنْ تَحْكُمُوْا بِالْعَدْلِ ۗ
اِنَّ اللّٰهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهٖ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ سَمِيْعًاۢ
بَصِيْرًا – ٥٨
“Sesungguhnya
Allah Swt. menyuruh kamu untuk menyampaikan Amanah kepada yang berhak
menerimanya… ” (Q.S. an-Nisa’/4: 58)
3.
Amanah terhadap diri
sendiri. Amanah ini dijalani
dengan memelihara dan menggunakan segenap kemampuannya demi menjaga
kelangsungan hidup, kesejahteraan, dan kebahagiaan diri. Allah Swt. berfirman:
4.
وَالَّذِيْنَ هُمْ لِاَمٰنٰتِهِمْ
وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ – ٨
“Dan
(sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya ”(Q.S. al-Mu’minμn/23:
8)
b. Hikmah
Perilaku Amanah
1.
Dipercaya orang lain, ini merupakan
modal yang sangat berharga dalam menjalin hubungan atau berinteraksi antara
sesama manusia.
2.
Mendapatkan simpati dari semua pihak,
baik kawan maupun lawan.
3.
Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh
Allah Swt.
c. Perilaku Amanah dalam
Kehidupan Sehari-hari
1.
Menjaga titipan dan mengembalikannya
seperti keadaan semula. Apabila kita dititipi sesuatu oleh orang lain, misalnya
barang berharga, emas, rumah, atau barang-barang lainnya, maka kita harus
menjaganya dengan baik.
2.
Menjaga rahasia. Apabila kita dipercaya
untuk menjaga rahasia, baik itu rahasia pribadi, rahasia keluarga, rahasia
organisasi, atau rahasia negara, maka kita wajib menjaganya supaya tidak bocor
kepada orang lain.
3.
Tidak menyalahgunakan jabatan. Jabatan
adalah Amanah yang wajib
dijaga. Apabila kita diberi jabatan apapun bentuknya, maka kita harus
menjaga Amanah tersebut.
4.
Memelihara semua nikmat yang telah
diberikan oleh Allah Swt. berupa umur, kesehatan, harta benda, ilmu, dan
sebagainya.
4. Mari
Berperilaku Istiqamah
a. Pengertian Istiqamah
Istiqamah berarti sikap kukuh pada
pendirian dan konsekuen dalam tindakan. Dalam makna yang luas, istiqamah adalah sikap
teguh dalam melakukan suatu kebaikan, membela dan mempertahankan keimanan dan
keislaman, walaupun menghadapi berbagai macam tantangan dan godaan.
Istiqamah terwujud karena
adanya keyakinan akan kebenaran dan siap menanggung risiko. Istiqamah dapat membantu
kita untuk membentuk sikap dan perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam. Allah
Swt. berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ
اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ – ١٣
“Sesungguhnya
orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka tetap
istiqmah, tidak ada rasa khawatir pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih
hati ” (Q.S. al- Ahqaf/46: 13)
Ayat di atas menjelaskan sikap
orang-orang istiqamah, yaitu menepati dan
mengikuti garis-garis yang telah ditentukan oleh agama, menjalankan semua
perintah Allah Swt. dan meninggalkan semua larangan-Nya.
b. Hikmah
Perilaku Istiqamah
1.
Orang yang istiqamah akan dijauhkan
oleh Allah Swt. dari rasa takut dan sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih
yang menimpanya, tidak hanyut dibawa kesedihan, dan tidak gentar dalam
menghadapi kehidupan masa yang akan datang.
2.
Orang yang istiqamah akan mendapatkan
kesuksesan dalam kehidupan di dunia karena ia tekun dan ulet.
3.
Orang yang istiqamah dan selalu sabar
serta mendirikan salat akan selalu dilindungi oleh Allah Swt.
c. Perilaku Istiqamah dalam
Kehidupan Sehari-hari
1.
selalu menjalankan perintah Allah Swt.
dan menjauhi larangan-Nya dalam keadaan apa pun dan di mana pun;
2.
melaksanakan salat tepat pada
waktunya;
3.
belajar terus-menerus hingga paham;
4.
selalu menaati peraturan, baik yang ada
di rumah, sekolah, maupun masyarakat;
5.
selalu menjalankan kewajibannya dengan
rasa senang dan nyaman, tidak merasa dipaksa atau dibebani
tugas
1.
baca da pahami materi
diatas
2.
setelah selesai kalian
salin materi tersebut di buku catatan. Dan kumpul ke guru agama serta foto
kalian sedang mengerjakan.
Komentar
Posting Komentar